10 Februari 2009

QnA

ini ada satu tanya jawab yang mungkin menarik untuk di share...


Hallo Mas Eko,

Saya Rita (26) seorang karyawati di perusahaan multinasional di Jakarta. Selama ini sebagai lajang, saya merasa wajar saja untuk menggunakan hasil kerja saya yang saya rasa cukup lumayan untuk dibelanjakan keperluan bulanan saya bahkan sampai tidak bersisa.

Saya ingin sekali bisa sedikit menabung, tapi tiap bulan selalu saja gagal. Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana caranya agar saya bisa sedikit menabung ? sarananya apa ?

Salam

Rita Jakarta

Jawab.

Hallo juga Rita,

Memang sih nggak bisa dipungkiri bahwa membelanjakan penghasilan adalah salah satu moment yang paling mengasyikkan bagi kita. Bayangkan setelah beberapa tahun selalu meminta dari orang tua atau mungkin juga hanya mendapatkan “sumbangan” dari kakak atau saudara kita, saat ini kita bisa dengan bangga dan tanpa merasa bersalah menghabiskan penghasilan yang memang menjadi hak karena kerja keras kita.

Kalau Anda saat ini berpikiran untuyk menabung atau menyisihkan penghasilan Anda, saya kira itu sangat bagus sekali. Dan kalaupun itu sulit, mungkin memang cara yang Anda lakukan untuk menabung salah.

Kalau selama ini Anda menabung menunggu adanya sisa penghasilan, maka mulailah merubah hal tersebut. Percayalah menunggu Anda memiliki uang diakhir bulan adalah lebih sulit dibandingkan mempersiapkannya diawal bulan.

Nah saya berikan beberapa tips agar Anda bisa menabung diawal bulan.

  1. Jadikan biaya rutin bulanan

Nah Rita, tentunya Anda memiliki biaya rutin bulanan yang wajib Anda sediakan untuk kelangsungan hidup Anda selama satu bulan ya ngga?

Misalnya membeli kosmetik, membeli pulsa HP, hang-out, dugem dan sebagainya. Nah agar bisa disisplin menabung, jadikan kegiatan menabung juga sebagai biaya rutin bulanan yang sejak awal bulan setelah menerima gaji Anda persiapkan.

Berapa besarannya? Tentunya makin besar akan makin baik. Tapi saran saya adalah minimal 10%, lebih ok, kurang jangan !

  1. Tentukan tanggal khusus

Apa lagi nih ? Setelah Anda bisa menentukan besaran “biaya rutin” menabung, saatnya menentukan kapan sebaiknya menabung. Saran saya adalah menabunglah maksimal 3 hari setelah uang gaji Anda masuk. Kalau misalnya Anda gajian tanggal 25 tiap bulan, maka maksimal pada tanggal 28 tiap bulan minimal 10% dari penghasilan tersebut harus sudah menjadi tabungan Anda. Coba deh lakukan. Ngga sulit kok.

  1. Buat Rekening khusus

Ini satu lagi yang sebaiknya Anda lakukan. Sebaiknya Anda memiliki rekening khusus tabungan. Dan saran saya buatlah rekening tabungan berjangka yang memang khusus untuk menabung. Tabungan jenis ini berbeda dengan tabungan biasa, Anda tidak bisa dengan gampang mengambil karena tidak dilengkapi dengan ATM dan tidak mudah untuk ditarik karena memang tidak boleh ditarik dalam jangka waktu tertentu. Atau kalau memang berniat untuk menabung jangka panjang, pakai asuransi juga ngga papa Rita. Banyak lo asuransi yang memberikan kemungkinan untuk itu.

  1. Buatlah menjadi mudah

Ada kalanya kita tidak bisa menabung karena kita merasa kesulitan. Bayangkan tiap bulan setelah gajian harus ke bank atau ATM untuk memindahkan dana. Ngga praktis banget deh kayanya. Nah karena itu, saran saya jangan mau dipersulit oleh hal tersebut. Coba deh minta kepada bank tempat kamu menerima gaji, buat perjanjian khusus agar mereka melakukan autodebet tiap tanggal tertentu agar memindahkan sejumlah dana ke rekening tabungan kamu atau ke rekening perusahaan asuransi. Nah dengan begitu tujuan menabung dapat dan Anda tidak kesulitan.

Ok Rita selamat mencoba menabung ya, saya yakin kamu bisa kok. Ingat, menabung sama dengan meminum obat, rasanya pahit tapi yakinlah itu menyembuhkan.

Salam

-e-

29 Januari 2009

Keberhasilan Tidak Terlepas Dari Target



Seorang klien pernah datang ke kantor untuk mengkonsultasikan keadaan usahanya.

“Saya sudah menjalankan usaha toko selama 5 tahun. Tapi terus terang saya ngga pernah merasakan hasilnya tuh.”

Kalau masalah biaya hidup sih selalu terpenuhi, tapi saya nda pernah merasakan hasil dari usaha itu. Apa yang salah ya Pak ?

Asal tahu saja ya Pak, saya sudah disiplin dengan membatasi pengambilan jatah untuk keperluan pribadi yaitu untuk hidup bulanan dan keperluan keluarga ngga pernah lebih dari 5 juta perbulan jadi rekening usaha dan rumah sudah saya bedakan Pak”. Begitu ia bercerita panjang lebar.

Setelah mendengarnya dengan sabar dan sambil sedikit “men-anggukkan” kepala sebagai tanda ikut mendengarkan,saya bertanya pendek.

“ Maaf Pak penjualan Anda per bulan Anda tentukan berapa ?”

Dia sedikit kaget dan agak bingung.

“Kenapa Bapak Tanya ?”

“Saya nggak ngitung tuh, pokoknya pasti ada penjualan wong saya bisa ambil kebutuhan bulanan saya tuh.”

“Pokoknya jalan aja nggak pake ditentuin berapa besarnya segala.Masa jualan kok dipaksain.”

Kata Bapak tersebut tanpa merasa bersalah.

Mengurangi pengeluaran dan membatasi besaran biaya adalah salah satu cara yang biasa dilakukan oleh pengusaha untuk meningkatkan laba. Ini benar dan sama sekali tidak salah.

Tapi harus diingat, bicara tentang laba dan hasil kita tidak hanya berbicara tentang pengeluaran. Laba adalah hasil dari pemasukan dikurangi dengan pengeluaran.

Jadi kalau kita mengharapkan mendapatkan laba dalam jumlah tertentu, ada dua hal yang berpengaruh yaitu pengeluaran yang kita lakukan dan pemasukan yang kita terima.

Dalam kasus klien di atas, ia telah benar dengan disiplin dalam pengeluaran dan memberikan target agar pengeluarannya tidak melebihi dari yang telah ditetapkan.

Tapi ia lupa untuk menargetkan pemasukannya sebagai salah satu komponen yang juga penting dalam menentukan besaran jumlah laba yang diharapkan.

Kalau seorang pengusaha mengharapkan adanya laba atau hasil dari usahanya, ia tidak hanya perlu membatasi pengeluaran dan menargetkan agar pengeluaran tersebut tidak melebihi target. Tapi ia juga harus menargetkan agar penjualan yang dihasilkan harus lebih tinggi dari pengeluaran yang ia lakukan.

Tentukan target adalah cara untuk mencapai keberhasilan dalam berusaha. Setiap bagian dalam usaha harus memiliki target yang mesti dicapai.

Bagian penjualan memiliki target untuk menjual barang atau jasa yang dijual minimal sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Bagian keuangan memiliki target untuk mengurangi pengeluaran agar maksimal sama dengan angka yang ditargetkan.

Bagian service memiliki target untuk mengurangi komplain dari nasabah maksimal sesuai dengan besaran komplain maksimal per bulan .

Bagian maintenance memiliki target agar mesin dan asset yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat bekerja optimal minimal sesuai dengan target waktu yang ditentukan.

Jadi semua memiliki target. Tiap bagian ada tugas yang harus dicapai. Ketimpangan salah satu bagian akan mempengaruhi pencapaian keberhasilan secara keseluruhan.

Sama seperti cerita di atas, membatasi pengeluaran tanpa menentukan besaran target yang harus dijual adalah tindakan sia-sia.

“ Target Anda adalah jalan Anda mencapai keberhasilan”.

Mengenai Koki